Jakarta, 18 Maret 2015 – Coding atau pemrograman komputer selama ini dikenal sebagai kemampuan rumit yang hanya dimiliki oleh penggelut dunia teknologi informasi. Tapi, pernahkan terbayang bahwa para pekerja di industri kreatif, seperti fashion designer dan musisi, juga dapat belajar untuk menggabungkan karya seni dan coding hanya dalam 15 jam? Walau ide tersebut terdengar mustahil, Microsoft berhasil menantang Ayu Dyah Andari, seorang fashion designer dan Dwika Putra, musisi dari AkustikAsik, untuk membuat suatu karya seni yang dikolaborasikan dengan coding. Kolaborasi yang merupakan rangkaian acara dari #WeSpeakCode ini telah menghasilkan Technoethnic, sebuah aplikasi yang menampilkan ragam pola untuk gaun, serta SongFlake, sebuah aplikasi real-time yang dapat membentuk visualisasi tertentu sesuai dengan alat musik yang dimainkan.
Esther Sianipar, Community Affairs Manager, Microsoft Indonesia mengatakan bahwa Microsoft Indonesia telah mensosialisasikan manfaat coding bagi masyarakat sejak tahun 2014 melalui code.org, sebuah website non-profit yang didedikasikan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam mempelajari ilmu komputer. “Selain itu, kami juga telah bermitra dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Coding(Indonesia); untuk mengajarkan coding kepada anak-anak sejak usia dini. Tahun ini, kami mencoba hal baru, yaitu dengan mengajak Ayu Dyah Andari dan Dwika Putra untuk berkolaborasi menghasilkan karya seni yang dipadu dengan coding,” jelas Esther.
“Walau mereka hanya mempunyai waktu 15 jam, ternyata mereka berhasil menciptakan karya coding yang tentunya dapat menjadi nilai tambah atau ciri khas bagi pekerjaan dan hobi mereka masing-masing. Microsoft Indonesia ingin mendobrak paradigma yang mengatakan bahwa coding hanya untuk orang yang menggeluti teknologi informasi. Pada era digital ini, masyarakat Indonesia perlu memahami coding agar dapat menciptakan sebuah karya dari coding, tidak sekedar menjadi penikmat konten digital,” lanjut Esther.
Sebagai salah satu pekerja industri kreatif yang diajak dalam kolaborasi #WeSpeakCode kali ini, Ayu mengatakan, “Reaksi pertama saya ketika diajak bergabung dalam proyek ini adalah penasaran. Saya penasaran bagaimana coding dapat berguna untuk pekerjaan saya sebagai seorang fashion designer. Lagipula, saya tidak mempunyai latar belakang ilmu teknologi informasi sama sekali sehingga coding merupakan hal yang benar-benar baru bagi saya. Untungnya, saya dipandu oleh Wahyudi dari Coding(Indonesia); dan ternyata coding itu menyenangkan!”
“Hanya dalam 15 jam, saya dapat menyelesaikan proyek yang saya beri nama Technoethnic. Ini adalah aplikasi yang dapat memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk menentukan pola apa yang mereka inginkan di gaunnya. Saya berharap setelah ini saya dapat mengembangkannya lagi agar saya bisa berinteraksi secara lebih dekat dengan konsumen saya,” ujar wanita yang pernah menjadi designer untuk Miss World 2013 dan Indonesian Idol ini.
Berbeda dengan Ayu yang belum pernah bersentuhan dengan coding, Dwika yang mengenyam pendidikan ilmu teknologi informasi pun mengatakan bahwa proyek ini out-of-the-box.
“Saya kuliah dalam bidang teknologi informasi, tetapi ketika saya diajak pertama kali untuk bergabung dalam proyek ini, saya kaget karena tidak pernah terpikir oleh saya untuk membuat sesuatu yang luar biasa dengan musik melalui coding,” ujar pria yang juga dikenal sebagai stand-up comedian di salah satu TV swasta tersebut.
“SongFlake ini seperti visualisasi dari musik yang kita dengar. SongFlake dapat menampilkan gambar sesuai dengan nada dan irama yang dihasilkan pada saat bermain musik,” lanjutnya.
Di balik kesuksesan ini, Microsoft Indonesia juga bekerjasama dengan Wahyudi, Co-Founder, Coding(Indonesia);, yang menjadi pengajar coding bagi Ayu dan Dwika.
Pria yang telah menghabiskan belasan tahun di Berlin dan New York ini mengatakan, “Coding(Indonesia); senang dapat berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia untuk membuktikan bahwa coding dapat dilakukan oleh siapapun dengan latar belakang apapun. Bagi saya, prinsip dasar coding sama dengan logika dasar kita sehari-hari. Jadi, jika dipandu dengan benar dan menggunakan metode yang menyenangkan, siapapun bisa belajar coding dengan mudah.”
Wahyudi lebih lanjut menjelaskan, “Jika ada yang tertarik untuk melakukan coding, code.org merupakan wadah yang tepat untuk mulai mengenal coding. Di website tersebut, terdapat beberapa permainan seperti Angry Bird, Frozen, dan Flappy Bird yang dapat memperkenalkan coding dengan cara yang menyenangkan.”
Selain berkolaborasi dengan para pekerja industri kreatif, Microsoft Indonesia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung #WeSpeakCode melalui website Thurderclap, crowd speaking platform pertama yang dapat membantu masyarakat untuk menyuarakan pemikirannya agar lebih terdengar. Hingga saat ini, kampanye #WeSpeakCode di Thunderclap telah mendapatkan dukungan dari 846 netizen, serta meraih 1.053.055 social reach, melebihi 500 dukungan yang menjadi target awalnya. Dengan memberikan dukungan melalui Thunderclap, masyarakat dapat membantu menyuarakan manfaat coding bagi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan lain yang digagas Microsoft Indonesia untuk kampanye #WeSpeakCode adalah Week of Code*, dimana Microsoft mendedikasikan satu minggu, pada tanggal 23-27 Maret 2015, untuk memberikan pelatihan coding kepada beragam kelompok masyarakat, mulai dari 50 orang guru SD, SMP, dan SMA/K, 200 pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, 50 lembaga swadaya masyarakat, hingga 50 orang pengusaha wanita.
-01110011 01100101 01101100 01100101 01110011 01100001 01101001 –
Tentang Microsoft
Didirikan pada tahun 1975, Microsoft (Nasdaq “MSFT”) adalah pemimpin di dunia peranti lunak, perangkat dan layanan, dan solusi teknologi yang membantu masyarakat dan bisnis mewujudkan potensi mereka.
Tentang Coding(Indonesia);
Organisasi non-profit yang didirikan oleh Wahyudi dan Kurie Suditomo ini mempunyai misi untuk memperkenalkan coding kepada setiap orang dan sedini mungkin. Mereka percaya bahwa kehidupan manusia saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Maka dari itu, belajar untuk mengerti dan membuat program komputer merupakan kemampuan yang penting untuk memperkaya pilihan karir ataupun menambah kemampuan untuk menjadi wirausaha.
Tentang Wahyudi, Co-Founder, Coding (Indonesia);
Wahyudi adalah seorang veteran dalam industri pengembangan perangkat lunak. Hingga saat ini, Wahyudi masih melakukan coding untuk berbagai macam aplikasi yang ia gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Wahyudi mulai mempelajari coding di Berlin, negara yang ia tinggali selama 10 tahun. Bekerja untuk perusahaan dan startups di Berlin dan Munich telah memberikannya pengalaman yang begitu bernilai dari sisi budaya kedua kota tersebut. Pindah ke bagian Timur Amerika untuk mengejar karirnya sebagai pengembang perangkat lunak, Wahyudi bekerja di New York dan New Jersey selama 6 tahun, sebelum akhirnya kembali ke Jakarta untuk membangun perusahaannya sendiri. Bersama rekannya Kurie Suditomo, Wahyudi mendirikan Coding(Indonesia); untuk memperkenalkan dan mengajarkan coding kepada banyak orang, khususnya anak-anak.
Tentang Dwika Putra
Dwika merupakan pendiri AkustikAsik, sebuah komunitas musik yang berbasis di Jakarta. Sebagai pendiri, Dwika turut mengelola AkustikAsik dalam berbagai aspek, mulai dari aspek komunitas, kerjasama, hingga bisnis. Di luar kesibukannya sebagai Manager Public Relations salah satu startup di Jakarta, Dwika juga aktif bermusik dan tampil sebagai standup comedian di salah satu TV swasta nasional.
Tentang Ayu Dyah Andari
Ayu adalah salah satu perancang busana muda terkemuka di Indonesia, yang khususnya memiliki fokus pada fashion wanita muslim di Indonesia. Kiprahnya di dunia fashion mulai dikenal ketika ia menjadi salah satu fashion designer untuk Miss World 2013 dan Indonesian Idol. Hingga saat ini, Ayu telah memiliki tiga brand utama: Ayu Andari Couture, A.D.A. Casual, dan A.D.A. Luxury yang bernaung di bawah Ayu Dyah Andari brand. Ayu secara aktif berpartisipasi dalam berbagai macam fashion show, termasuk diantaranya adalah Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week. Ayu juga merupakan Microsoft Womenpreneur, dimana ia menggunakan teknologi Microsoft dalam mengembangkan pekerjaan serta bisnis yang digelutinya.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi:
Sharon Issabella
Public Relations Lead
PT. Microsoft Indonesia
Mobile. 0818768504
Email [email protected]
Josefhine Chitra
Associate
Maverick
Mobile. 08988293262
Email [email protected]