Bloomberg Businessweek Indonesia: US$ 15 Miliar Demi Memperkuat Infrastruktur Data

 |   vishnum

COVER STORY: Direktur Utama Microsoft Indonesia, Haris Izmee beberapa saat yang lalu diwawancarai oleh Bloomberg Businessweek Indonesia dan memaparkan sudut pandangnya tentang bagaimana setiap perusahaan akan bertransformasi menjadi korporasi peranti lunak (software) dalam waktu dekat. Haris mengatakan bahwa transformasi digital merupakan proses menginterpretasi, dimana Microsoft berusaha mencari tahu bagaimana para pebisnis mempertemukan berbagai elemen masyarakat sehingga, nantinya mereka bersama-sama menciptakan nilai bagi pelanggan. Microsoft juga menceritakan kerjasamanya dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk membentuk platform GenerasiBisa! yang menyediakan beberapa fitur, seperti program kursus, pencarian kerja, artikel seputar karir, serta acara-acara berbasis jejaring.

Dalam artikel ini, Haris juga menegaskan bahwa disepanjang tahun 2018, Microsoft akan berfokus pada pengembangan analisis serta IoT dalam sistem komputasi awan dengan investasi lebih dari US$ 15 miliar demi memperkuat infrastuktur data. Microsoft juga memiliki lebih dari 100 pusat data, lebih dari 1 juta server serta lebih dari 30 triliun obyek data, yang ditujukan agar platform Microsoft dapat mudah diakses di seluruh dunia. Haris juga berbagai pandangannya tentang hasil studi Microsoft bekerjasama dengan IDC Asia/Pasifik berjudul Unlocking the Economic Impact of Digital Transformation in Asia Pacific,” yang memprediksi bahwa sekitar 40% produk domestik bruto (GDP) Indonesia akan berasal dari produk atau layanan digital hingga tahun 2021.

 

 

 

 

 

Seperti dimuat pada Bloomberg Businessweek Indonesia (19 Februari – 04 Maret 2018)