Integrasi Teknologi yang Bermanfaat untuk Pembelajaran yang Lebih Baik dengan SAMR

 |   Satrya Pinandita

APU memanfaatkan kerangka kerja yang ada sebagai panduan penerapan untuk memastikan bahwa inisiatif teknologi mereka bermanfaat bagi siswa.

Asia Pacific University of Technology and Innovation (APU) percaya bahwa teknologi adalah alat andal yang dapat mendorong perubahan dalam dunia pendidikan dan meningkatkan performa siswa—bila diintegrasikan secara bijaksana dan berhati-hati. Untuk memastikan penerapan teknologi tetap relevan dan terfokus untuk mendukung siswa, APU sering kali memanfaatkan kerangka kerja dan teori yang matang untuk memfasilitasi proses.

Pada tahun 2017, APU memperkenalkan inisiatif baru yang ditujukan untuk membantu siswa mengembangkan keahlian  4C mereka—pemikiran kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration). Dr. Kalai Anand Ratnam, Senior Lecturer & Technology Specialist, Faculty of Computing, Engineering & Technology, memanfaatkan kerangka kerja Substitusi, Augmentasi, Modifikasi, dan Redefinisi/Substitution, Augmentation, Modification, and Redefinition (SAMR) sebagai panduan untuk mengintegrasikan alat-alat Office 365 seperti OneNote dan Microsoft Teams ke dalam pilihan modul, termasuk modul Pemrograman Analitis Data.

Mari lihat lebih dekat bagaimana APU, memanfaatkan teknologi dengan menggunakan kerangka kerja SAMR untuk meningkatkan kesuksesan siswa dalam modul Pemrograman Analitis Data, bagian dari program Magister Analisis Bisnis dan Ilmu Data  di universitas:

Pengganti: Teknologi berperan sebagai pengganti alat langsung, tanpa perubahan fungsional

Modul Pemrograman Analisis Data sudah memanfaatkan sejumlah aplikasi dan layanan teknologi dalam banyak cara untuk menggantikan alat yang sudah lama, maka fokus APU adalah melampaui kinerja alat pengganti saat mengintegrasikan alat teknologi baru, untuk memberikan nilai tambah bagi pembelajaran siswa.

Augmentasi: Teknologi berperan sebagai alat langsung dengan peningkatan fungsional

Dengan OneNote dan Teams yang disertakan di dalam modul, siswa dan pendidik dapat berbagi informasi secara langsung, yang membantu meningkatkan kualitas berbagi, diskusi, dan kolaborasi mereka baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Kini, pendidik dapat dengan mudah mengilustrasikan konsep yang kompleks dengan berbagi kode yang dapat dijalankan secara langsung pada OneNote atau Microsoft Teams. Demikian pula, siswa yang menghadapi masalah dengan kode, dapat dengan mudah menyalin dan menempelkan bagian yang bermasalah pada platform-platform ini untuk membantu memecahkan masalah. OneNote juga memungkinkan siswa menyampaikan umpan balik dan komentar mengenai kode rekan-rekan mereka, memungkinkan pemikiran kritis dan pembelajaran dengan tingkat yang lebih dalam.

 

Siswa menggunakan tablet OneNote on a Surface untuk mengilustrasikan konsep kepada teman-teman sekelasnya

Modifikasi: Teknologi memungkinkan desain ulang tugas yang penting

Fitur perekaman audio OneNote memungkinkan instruktur modul untuk memberikan umpan balik yang mendalam tentang pekerjaan siswa dengan cara yang lebih personal. Umpan balik yang lebih panjang dan mendetil dianggap tidak begitu mengintimidasi dalam format audio, dibandingkan dengan format tertulis atau yang diketik, dan mendorong siswa untuk merenungkan pekerjaan mereka dengan lebih baik.

Selain itu, pendidik APU memanfaatkan aplikasi untuk tugas dan aktivitas berbasis grup. Siswa didorong untuk menggunakan Microsoft Teams untuk berkomunikasi di luar waktu belajar di ruang kelas untuk memastikan kemajuan berkelanjutan tugas kelompok mereka dan mengirimkan laporan melalui OneNote. Guru akan dapat memantau pekerjaan siswa dan memberikan dukungan saat dibutuhkan.

Fungsi inking OneNote juga populer di kalangan siswa, karena memberi mereka kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai gagasan. Dengan menggunakan alat ini, siswa dapat menggambar, membuat peta konsep, menulis persamaan yang kompleks, dan mengekspresikan kreativitas mereka dalam berbagai cara.

Redefinisi: Buat berbagai tugas baru yang sebelumnya tidak terbayangkan dengan teknologi

Selain OneNote dan Microsoft Teams, APU menggunakan Office 365 untuk membuat video pembelajaran. Video pratinjau pelajaran diunggah sebelum kelas dimulai, sehingga siswa memiliki pemahaman dasar dan dapat meneliti tentang pelajaran terlebih dahulu. Pendidik pun dapat menggunakan waktu pelajaran untuk menjelaskan dan mengklarifikasi konsep-konsep yang sulit atau meneliti detail yang ada dengan lebih mendalam saat mendiskusikan konten.

Untuk pelajaran yang sangat kompleks, pendidik dapat lebih jauh membuat video ikhtisar, memanfaatkan format visual untuk menampilkan ilustrasi dan demonstrasi yang melengkapi materi referensi teks milik siswa.

Siswa yang mempelajari modul Pemrograman Analisis Data juga harus membuat dan berbagi video melalui Microsoft Streaming sebagai tugas kelompok. Melalui proses pembuatan video, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pekerjaan mereka sambil mengasah keahlian lain seperti kreativitas dan kolaborasi.

Pembelajaran yang reflektif melalui integrasi pemikiran

“Dengan menggunakan kerangka kerja SAMR, kami dapat mengintegrasikan OneNote dan Microsoft Teams ke dalam modul secara mulus,” ujar Dr. Anand. “Model tersebut membantu kami memastikan bahwa kami menggunakan teknologi dengan cara yang relevan dan meningkatkan apa yang sudah kami lakukan, untuk mengembangkan keahlian 4C siswa dengan lebih baik dan meningkatkan keseluruhan pembelajaran mereka. Sejak diperkenalkannya OneNote, siswa saya menjadi lebih terlibat dan aktif dalam pembelajaran mereka.”

Dengan mengacu pada teori konektivitas, APU juga berupaya untuk mengintegrasikan Microsoft Teams, Skype dan Yammer ke seluruh bagian sekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong pembelajaran yang selalu aktif. Sejak diterapkan sekitar setengah tahun yang lalu, hampir 500 siswa telah mendaftar di Microsoft Teams dan komunitas yang ada pun menjadi kondusif untuk berbagi dan berkolaborasi.

Umpan balik terhadap kedua inisiatif tersebut sejauh ini sangat positif dan institusi ingin mengintegrasikan lebih banyak alat teknologi—dengan cara yang tekun, dan relevan— untuk memungkinkan siswa mencapai performa pembelajaran yang lebih baik.

Untuk informasi yang lebih mendetail tentang penerapan APU, lihat makalah ini. Untuk informasi selengkapnya tentang cara memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran yang lebih baik, kunjungi Microsoft Education atau Microsoft Educator Community Portal.