Microsoft + Grab = Keterampilan Digital Bagi Para Mitra Pengemudi dan Keluarga di Asia Pasifik

 |   Debora Agnes Noviyanthi

gyyghkgi

Menurut Pemerintah, Indonesia diproyeksikan akan masuk ke dalam 10 negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi pada tahun 2030, berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Paritas Daya Beli (PPP). Pemerintah juga telah meluncurkan serangkaian kebijakan untuk mendorong perekonomian agar dapat meningkat lebih tinggi. Terlepas dari kebijakan makro, investasi pada infrastruktur dan perbaikan peraturan untuk menghindari upaya komunikasi tertutup di antara lembaga-lembaga nasional, fundamental utama pada pertumbuhan ekonomi terletak pada meningkatkan dan menambahkan skill dari sumber daya manusia.

Haris Izmee, Presiden Direktur, Microsoft Indonesia, menyatakan “Microsoft memiliki misi memberdayakan setiap orang di Indonesia untuk mencapai lebih. Kami menyadari bahwa di Indonesia, teknologi memiliki pengaruh besar yang dalam mendorong perusahaan-perusahaan mencapai tujuannya, untuk menjadi barisan terdepan dalam dunia baru yang sarat akan digitalisasi, inovasi, dan transformasi. Proyeksi baru ini menciptakan satu tantangan di Indonesia yaitu kebutuhan akan keterampilan digital, dan cukup menenangkan untuk mengetahui bahwa para pekerja bersedia untuk mempelajari keterampilan baru ini.

Sebelumnya, Microsoft telah melakukan studi dengan IDC yang mengungkapkan bahwa 14 persen pekerja merasa bahwa mempelajari keterampilan baru merupakan tantangan bagi mereka, sedangkan 20 persen dari para pemimpin bisnis merasa bahwa mungkin akan terlalu sulit bagi para pekerja untuk mempelajari keterampilan-keterampilan baru.

Ketidaksinambungan ini juga tercatat dalam Microsoft’s Asia Data Culture Study 2016 yang mengungkapkan bahwa hanya sejumlah 45 persen dari koresponden pemimpin bisnis, yang telah berupaya menyediakan pelatihan bagi pekerja dalam meningkatkan keterampilan memahami data, padahal kurangnya keterampilan digital merupakan penyebab yang ketiga, yang menjadi penghalang bagi organisasi untuk melakukan suatu transformasi yang bergantung pada data. Jelas bahwa tanggung jawab berat terdapat pada para pemimpin bisnis yang harus menyediakan kesempatan pelatihan yang lebih banyak bagi pekerja untuk meningkatkan keterampilannya.

Hal ini akan membawa pengaruh yang positif di setiap industri. Saat ini, 10 persen dari pekerjaan yang berhubungan dengan olahraga dan 16 persen pekerjaan yang berhubungan dengan kemanusiaan, membutuhkan keterampilan Science, Technology, Engineering or Math (STEM). Selain itu data dari LinkedIn juga mengungkapkan bahwa cloud computing akan menjadi keterampilan yang paling dicari di tahun 2019, disusul oleh artificial intelligence.

Meskipun begitu, tetap saja terdapat jarak antara apa yang dibutuhkan oleh pekerjaan, industri, dan negara di masa depan nanti, dengan keterampilan yang saat ini tersedia. Maka dari itu, Microsoft dengan senang hati mengumumkan kemitraan Microsoft dengan Grab, untuk memperkecil jarak ini. Microsoft memiliki misi yang sama untuk meningkatkan taraf literasi digital dan menciptakan jalur bagi pekerjaan-pekerjaan baru, yang dapat mewujudkan masa depan di mana setiap orang di Indonesia memiliki keterampilan serta pengetahuan untuk menjadi sukses.

Haris menambahkan “Di seluruh dunia termasuk Indonesia, data telah menjadi mata uang baru di dunia bisnis. Maka permintaan kebutuhan untuk memahami nilai data dan kemajuan teknologi lainnya yang berkembang di sekitarnya terus meningkat. Itulah sebabnya kami sangat senang dengan kemitraan Microsoft dengan Grab, karena bersama-sama kami ingin melengkapi orang-orang di organisasi dengan keterampilan teknologi yang tepat, kemampuan dan meningkatkan literasi digital mereka untuk dapat mengikuti kemajuan dari teknologi ditengah era transformasi data masa kini.”

fasfawgawg

Keterampilan Digital untuk Masa Depan Bersama

Microsoft dan Grab bekerja sama dengan universitas-universitas di Asia Tenggara dalam mengembangkan teknisi-teknisi yang bertalenta dengan pembelajaran yang terapan, melalui tantangan-tantangan yang relevan bagi industri, serta memfasilitasi pembelajaran dengan pengalaman-pengalaman yang dapat diperoleh melalui hackathons dan magang. Selain konten dan kurikulum yang berhubungan dengan industri, Microsoft menyediakan akses untuk menggunakan peralatan teknologi yang komprehensif seperti Azure for Education, yang dapat membantu mahasiswa dan dosen dalam membangun keterampilan berbasis cloud.

Sebagai pelopor, mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) akan diberikan sertifikasi program Microsoft. Program ini terdiri dari paduan sertifikasi  dasar dan berbasis pada fungsi, serta fokus terhadap aplikasi dan infrastruktur cloud and infrastructure, serta mata kuliah tentang data dan artificial intelligence.

Meskipun begitu, tidak cukup hanya berfokus terhadap mahasiswa saja. Microsoft juga bekerja sama dengan organisasi nirlaba dalam menjamin jutaan anak muda yang tidak mampu lainnya di Indonesia untuk mendapatkan akses untuk mendapatkan pelatihan keterampilan digital dan edukasi ilmu komputer yang inklusif.

Meningkatkan Karir Berbasis Teknologi

Selain pelatihan dan peningkatan keterampilan, Microsoft dan Grab juga berkomitmen dalam rangka menciptakan jalur bagi mitra pengemudi Grab untuk dapat mengejar karir-karir yang berbasis teknologi. Dengan bantuan dari organisasi nirlaba global Generation: You Employed, ‘keterampilan untuk pekerjaan’ sebuah organisasi global, program ini berisi kurikulum berbasis praktikum, dan mitra pengemudi Grab dapat memperoleh sertifikasi dari Microsoft serta wawancara untuk posisi teknologi di seluruh ekosistem mitra Microsoft. Program yang pertama di Singapura bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra pengemudi sekitar 100 orang, dengan batch pertama dilatih hingga Juni 2020. Program ini juga akan  dihubungkan dengan inisiatif SkillsFuture milik Singapura dalam mengembangkan tenaga kerja dan pembelajaran seumur hidup yang relevan.

Microsoft Indonesia membangun kerjasama dengan beberapa mitra mulai dari perusahaan swasta ke badan pemerintah untuk memastikan pengembangan keterampilan dapat diakses oleh semua orang. Ini termasuk kemitraan Microsoft dengan KOMINFO dalam menyediakan kurikulum untuk pemuda dan pegawai negeri, kolaborasi Microsoft dengan YCAB tentang GenerasiBisa! Baru baru ini Microsoft juga menyelenggarakan AI Hackathon, sebuah kompetisi untuk mahasiswa dan pengembang perangkat lunak usia dini untuk mengembangkan solusi bagi para penyandang disabilitias agar teknologi dapat lebih mudah untuk diakses seluruh lapisan masyarakat.

Meningkatkan Keterampilan untuk Membuka Peluang Baru

Microsoft dan Grab juga akan meningkatkan keterampilan seluruh kalangan.  Diluncurkan pada bulan November, program sertifikasi literasi digital Microsoft akan mulai tersedia bagi mitra pengemudi Grab melalui GrabAcademy.

Grab dan Microsoft juga bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan Empire Code dalam menyediakan edukasi ilmu komputer yang inklusif bagi istri dan anak dari mitra pengemudi. Hal ini merupakan bagian dari platform FutureReadyASEAN, sebuah prakarsa yang ditujukan untuk membantu 46.000 anak muda yang kurang mampu untuk dapat berkembang dalam ekonomi digital saat ini. Microsoft dan Grab, telah mengambil langkah maju dalam menginspirasi anak muda dan memberikan kesempatan bagiuntuk berinovasi, membuat ide, menciptakan, mengubah, dan mendisrupsi industri, komunitas, dan negaranya.

Terus Menginspirasi Masa Depan Pekerjaan

Kemitraan dengan Grab ini merupakan keberlanjutan mandat Microsoft untuk terus memberikan dorongan bagi masyarakat di Indonesia dalam dunia kerja digital ini yang kian meningkat. Pada awal tahun ini, Microsoft juga bergabung dengan World Economic Forum’s Digital ASEAN , menginisiasi pelatihan 20 juta orang di Asia Tenggara hingga tahun 2020. Terus membangun komunikasi dengan pemerintah, organisasi nirlaba, dan perusahaaan yang memiliki visi yang sama, menjadikan Microsoft terus berusaha dalam mendorong terciptanya teknologi untuk kebaikan, memberikan akses terhadap sumber-sumber pembelajaran, pelatihan, dan perekrutan berbasis keterampilan demi membawa dampak yang positif dan terukur di Indonesia.

Microsoft menyadari bahwa saat ini dunia dipenuhi dengan anak muda yang bertalenta, memiliki ide brilian dan dengan kemauan untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik, sering kali terdapat kendala kurangnya akses untuk mendapatkan pelatihan keterampilan, menggunakan teknologi, dan hal tersebutlah yang menghalangi para anak muda untuk berkembang dengan sesungguhnya. Bagi Microsoft, kemitraan dengan Grab ini adalah salah satu langkah yang paling menginspirasi dan menjanjikan bagi perjalanan transformasi digital di seluruh dunia.