Puluhan ide kreatif siap bantu Yogyakarta untuk lestarikan nilai-nilai budaya
Jakarta, 11 Februari 2016 – Puluhan ide aplikasi permainan berbasis edukasi dan kebudayaan sukses dihasilkan oleh 305 anak muda dalam ajang YouthSpark Idea Generation di Yogyakarta. YouthSpark Idea Generation merupakan salah satu program Citizenship Microsoft dimana peserta diberikan pelatihan khusus mengenai cara mengembangkan ide kreatif yang dapat dituangkan menjadi sebuah aplikasi permainan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda agar dapat berpikir secara kreatif dan solutif.
Adapun ide-ide kreatif yang dihasilkan pada kegiatan YouthSpark Idea Generation turut menghadirkan unsur-unsur kesenian dan kebudayaan, serta memperkenalkan tempat-tempat wisata di Yogyakarta, sehingga membawa kedekatan tersendiri kepada masyarakat Indonesia.

Penyerahan plakat dari Esther Sianipar, Community Affairs Manager, Microsoft Indonesia kepada Rony Primanto, Kepala Bidang Layanan Teknologi dan Manajemen Informatika, DISKOMINFO DIY.
Foto Ki-Ka: Dedy Permadi, Managing Director Center for Digital Society, UGM; Esther Sianipar, Community Affairs Manager, Microsoft Indonesia; Rony Primanto, Kepala Bidang Layanan Teknologi dan Manajemen Informatika, DISKOMINFO DIY; Firza Imam Putra, Chief Operating Officer, YCAB Foundation; dan Ridi Fe, Microsoft Innovation Center, UGM.
Rony Primanto, Kepala Bidang Pengembangan Layanan Teknologi Informasi, DISKOMINFO, Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan, “Kami berharap kegiatan YouthSpark Idea Generation dapat membantu program kami untuk meningkatkan nilai-nilai budaya, khususnya di Yogyakarta. Kami menyambut baik inisiatif seperti ini karena kami ingin generasi muda di Yogyakarta dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di berbagai provinsi lainnya”.
Berbagai ide kreatif yang dikumpulkan memiliki nilai-nilai edukasi bagi generasi muda seperti melatih kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan bekerja secara sistematis dan runtut, mempelajari bahasa asing. mengembangkan kreativitas, serta melestarikan budaya Indonesia.
Hasil ide kreatif dari kegiatan YouthSpark Idea Generation contohnya disampaikan oleh tim Lurik Studio dari SMA N 10 Yogyakarta melalui ide aplikasi permainan “Rebut Kembali”. Permainan ini mengusung konsep budaya Indonesia, dimana pemain diajak menyelesaikan berbagai teka-teki dan rintangan untuk mengumpulkan warisan-warisan budaya yang telah dicuri oleh para musuh.

Sesi diskusi antara guru pendamping dengan peserta YouthSpark Idea Generation. Para peserta diasah untuk menjadi pribadi yang kreatif dengan acara yang menyenangkan.
Tak hanya itu, ide kreatif lainnya juga disampaikan secara apik oleh perwakilan SMK Pelyaran Muhamadiyah 1 Kalasan melalui ide aplikasi permainan “The Adventure of Word” dimana pemain diajak untuk berpetualang menuju tempat-tempat wisata di Yogyakarta dengan mengikuti instruksi dan arahan yang tertulis dalam Bahasa Inggris. Pemain juga diajak menyelesaikan berbagai tantangan seputar kosa kata, seperti menyusun frasa dan melengkapi kalimat.
Dalam kegiatan YouthSpark, pelatihan khusus mengenai idea generation diberikan oleh tim Microsoft Innovation Center (MIC) kepada para peserta dari 26 sekolah dan 3 organisasi non-profit di Yogyakarta. Sebagai salah satu penyelenggara acara, Esther Sianipar, Community Affairs Manager, Microsoft Indonesia mengatakan, “Kami sangat senang dan bangga melihat banyaknya ide yang berhasil diciptakan dalam YouthSpark, khususnya selama YouthSpark Idea Generation. Berbagai ide yang dihasilkan semakin menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam berpikir secara kreatif, logis, dan terstruktur”.
Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama antara Microsoft Indonesia dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Microsoft Innovation Center (MIC), dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) ini kian menegaskan komitmen para organisasi dan institusi di bidang pendidikan untuk mengembangkan potensi serta talenta generasi muda.

Peserta menuangkan dan menuliskan ide-ide kreatif mereka agar dapat direalisasikan menjadi sebuah aplikasi nyata.
“YouthSpark Idea Generation mampu mengasah kreativitas serta keingintahuan para peserta dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong anak-anak muda Indonesia agar dapat terus meningkatkan kemampuan mereka di bidang teknologi. Hal ini penting mengingat kemampuan menggunakan teknologi telah berkembang menjadi kemampuan utama yang diperlukan di era digital seperti sekarang ini,” jelas Firza Imam Putra, Chief Operating Officer, YCAB Foundation.
Tidak berhenti pada tahap idea generation, YouthSpark Yogyakarta yang berlangsung hingga Mei 2016 juga akan memilih ide aplikasi terbaik. Kumpulan ide dari 250 peserta akan dipilih oleh Microsoft Indonesia dan YCAB untuk mendapat dukungan pelatihan agar ide tersebut dapat terealisasikan menjadi sebuah aplikasi nyata.
Informasi lebih lanjut mengenai YouthSpark dapat dilihat di www.microsoft.com/youthsparkhub.
—
Tentang Microsoft
Microsoft (Nasdaq “MSFT” @microsoft) adalah perusahaan terdepan dalam bidang perangkat dan produktivitas di era “mobile-first, cloud-first” dan aspirasi kami adalah untuk memberdayakan setiap individu dan setiap organisasi di dunia untuk memperoleh pencapaian yang lebih besar.
Tentang YCAB Foundation
YCAB Foundation (Yayasan Cinta Anak Bangsa) adalah sebuah organisasi non-profit yang berfokus pada pengembangan generasi muda di bidang promosi gaya hidup sehat, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Fokus kami adalah menciptakan kemandirian bagi anak muda. Sejak tahun 1999, YCAB telah memberikan dampak bagi lebih dari 2.9 juta anak muda. Pada tahun 2013, YCAB mendapatkan ranking #74 dari TOP 100 NGO di dunia oleh Global Journal, Jenewa. Dan di tahun 2015 meningkat menjadi peringkat #63 dari TOP 500 NGO.
Tentang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unviersitas Gadjah Mada—sebelumnya Akademi Ilmu Politik—pada mulanya didirikan untuk mendidik para calon birokrat pemerintahan di bidang dalam negeri, penerangan, dan luar negeri di awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa awal berdirinya UGM, studi ilmu sosial dan politik berada dalam satu fakultas dengan ilmu hukum dan ekonomi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik kemudian dibentuk secara terpisah sejak 1955 yang kemudian berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, disingkat FISIPOL