Read in English here
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Microsoft Indonesia mengumumkan peluncuran tahun kedua Microsoft Elevate, sebuah inisiatif pelatihan kecerdasan buatan (AI) yang telah membekali lebih dari 1,2 juta peserta dengan keterampilan AI sejak diluncurkan pada Desember 2024. Memasuki tahun keduanya, program ini berfokus untuk memberdayakan para “pahlawan masa kini” yang mendorong inovasi AI berbasis manusia, dengan target melatih 500.000 talenta bersertifikat AI—khususnya para pengajar, pemimpin organisasi nirlaba, dan tokoh-tokoh penggerak komunitas yang mendukung masyarakat sekitar melalui teknologi—pada tahun 2026.
Sebelumnya dikenal dengan nama elevAIte Indonesia, pada tahun kedua ini, Microsoft Elevate berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam melalui kolaborasi lintas sektor untuk membekali masyarakat Indonesia dengan keterampilan, alat, dan pengetahuan yang dibutuhkan agar dapat berkembang di era AI serta berkontribusi pada terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Berdasarkan penelitian IDC yang dirilis pada September 2025, pada September 2030, setiap US$1 yang diinvestasikan untuk peningkatan keterampilan AI diproyeksikan dapat mendorong adopsi solusi AI dan berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru sebesar US$75 bagi perekonomian Indonesia[1].
Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyampaikan, “Semangat keberlanjutan dalam pembangunan talenta digital menjadi prioritas utama kami, selaras dengan arah transformasi digital nasional. Melalui berbagai program unggulan seperti Professional Academy, Government Transformation Academy, dan Fresh Graduate Academy dalam ekosistem DigiTalent, Komdigi terus berinovasi menyiapkan SDM yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan era digital. Kami sangat antusias mendukung kolaborasi bersama Microsoft Elevate, sehingga talenta-talenta terbaik bangsa dapat terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.”
“Semangat belajar masyarakat terhadap AI terus berkembang dan bahkan telah tumbuh menjadi gerakan yang dipimpin langsung oleh para peserta dan komunitas yang mereka bentuk,” ujar Arief Suseno, Elevate Skills Director, Microsoft. “Tahun ini, kami ingin melanjutkan momentum ini dengan tidak hanya meningkatkan jumlah partisipasi, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih mendalam dan terukur. Fokus kami adalah membantu individu dan organisasi menerapkan keterampilan AI untuk menyelesaikan tantangan nyata serta mendorong transformasi bermakna di komunitas mereka.”
Tagline “Bergerak, Hadirkan Dampak” mencerminkan tujuan program untuk mendorong peserta untuk tidak hanya belajar, tetapi juga menerapkan AI dalam konteks nyata. Program ini dirancang dengan pendekatan 40 persen pembelajaran dan 60 persen praktik, dan memanfaatkan berbagai alat Microsoft seperti Copilot, Minecraft Education, serta platform lainnya untuk membantu peserta mengaplikasikan pengetahuan mereka secara efektif.
Untuk mencapai target tersebut, pelaksanaan Microsoft Elevate akan dibagi ke dalam tiga pilar utama. Setiap pilar akan berkolaborasi dengan berbagai institusi, organisasi, dan komunitas untuk menghubungkan masyarakat di seluruh Indonesia dengan peluang AI secara inklusif. Adapun ketiga pilar tersebut adalah:
- Menghadirkan solusi inovatif untuk pendidikan: Microsoft Elevate bersama Biji-biji Initiative, NUCare, Yayasan Mata Garuda (Ikatan Penerima Beasiswa LPDP), dan Alkademi menghadirkan program AI Teaching Power dan AI Coding for Educators untuk melatih guru dan siswa memanfaatkan AI dalam pembelajaran guna meningkatkan keterampilan abad ke-21 dan berpikir komputasional. Program yang didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) ini diluncurkan di Malang pada 9 Oktober 2025 dan akan ditutup dengan AI coding challenge secara nasional, di mana para siswa dapat menunjukkan kreativitas dan logika mereka dalam menyelesaikan permasalahan dunia nyata menggunakan Minecraft Education. Selain itu, para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan berperan sebagai mentor melalui Yayasan Mata Garuda, memberikan pelatihan dan pendampingan kepada komunitas lokal di 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk belajar dan mempraktikkan teknologi AI.
- Memberdayakan masyarakat dengan keterampilan AI untuk berkembang di era ekonomi AI: Berdasarkan Microsoft Work Trend Index 2025, di tengah keterbatasan ketersediaan talenta, permintaan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan AI terus meningkat di Indonesia[2]. Untuk menjawab kebutuhan ini, Microsoft Elevate terus mendorong pengembangan keterampilan AI yang inklusif melalui kolaborasi dengan berbagai mitra yang memberdayakan komunitas beragam di seluruh Indonesia. Fokus Target akan membantu para pekerja di sektor ekonomi kreatif untuk terampil bekerja bersama AI untuk menghasilkan karya seni dengan jauh lebih cepat. Alunjiva berfokus pada kelompok rentan, pemuda, disabilitas dan UMKM perempuan di seluruh indonesia dengan lima lokasi prioritas, membekali mereka dengan literasi AI dan keterampilan menggunakan Copilot. GreatNusa di bawah BINUS University membantu mahasiswa, komunitas UMKM, pengusaha dan profesional muda, calon pengusaha, serta komunitas muda yang dibentuk oleh gereja meraih sertifikasi internasional dan mengikuti kegiatan pengembangan karir. Sementara Dicoding memperkuat ekosistem IT professional dan developer dengan menyediakan pembelajaran berbasis praktik, mencakup penggunaan Microsoft Fabric, Azure, Python, dan generative AI, serta mendirikan Elevate Training Center untuk memperdalam kompetensi teknis para profesional dan pemimpin masyarakat.
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data di sektor pemerintahan melalui pelatihan dan advokasi: Berkolaborasi dengan BINAR dan AMANA Solutions, Microsoft Elevate tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan AI bagi aparatur sipil negara untuk meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga bagi para pembuat kebijakan dan pimpinan lembaga guna memperdalam pemahaman tentang AI yang bertanggung jawab dalam kebutuhan tata kelola, serta adopsi strategisnya. Kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Oktober 2025 menjadi langkah konkret dalam membekali para pemimpin pemerintahan dengan keterampilan AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Wahyu Bagus Yuliantok (Bagus), Ketua Umum Yayasan Mata Garuda mengatakan, “Sebagai penerima beasiswa dari negara, melalui wadah ikatan penerima beasiswa LPDP ini, kami terus menggalakkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk menyalurkan ilmu yang telah kami peroleh demi kemajuan Bangsa Indonesia. Melalui program Microsoft Elevate, kami akan mengajar dan mendampingi masyarakat di 38 provinsi agar semakin siap bersaing di era AI dengan keterampilan AI dan digital yang relevan.”
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen Microsoft untuk menjangkau dan memberdayakan komunitas di seluruh Indonesia secara inklusif melalui Microsoft Elevate.
“Program seperti Microsoft Elevate membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah. Dengan akses terhadap pelatihan AI dan sertifikasi digital, generasi muda kita akan semakin siap menjadi talenta unggulan yang mendorong transformasi bangsa” tambah Bagus.
Melalui Microsoft Elevate, Microsoft berkomitmen untuk mendukung inovasi AI yang berpusat pada manusia. Salah satu kisah inspiratif dari tahun pertama penyelenggaraannya dapat dilihat dari kisahnya Anis Damayanti, Kepala Sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB) IDAYU di Malang, Jawa Timur. Terinspirasi oleh agenda nasional Indonesia untuk memperkenalkan AI di sekolah, Anis mulai belajar secara mandiri sebelum mengikuti program peningkatan keterampilan AI yang diselenggarakan oleh BINAR, salah satu mitra Microsoft Elevate. Beliau mempelopori inovasi inklusif dengan mengintegrasikan AI ke dalam pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Melalui penggunaan alat AI seperti Scratch Junior serta inovasi adaptif seperti tongkat pintar dengan fitur audio, Anis mengubah cara belajar bagi siswa penyandang disabilitas, memberdayakan mereka agar lebih percaya diri, mandiri, dan siap menghadapi masa depan yang digerakkan oleh teknologi.
“Masa depan digital Indonesia bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang siapa yang membentuknya,” ujar Arief. “Melalui Microsoft Elevate, kami ingin memastikan bahwa setiap orang—mulai dari guru di daerah terpencil hingga pembuat kebijakan di Jakarta, memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari transformasi ini.”
###
[1]IDC Info Snapshot, disponsori oleh Microsoft, Indonesia AI Skilling Impact, Dok. #AP249606X, September 2025
[2]Microsoft Rilis Laporan Work Trend Index 2025: Dorong Potensi Indonesia Lewat Kolaborasi Manusia dan AI – Indonesia News Center