Read in English here.
Pada sektor multifinance, ribuan transaksi diproses setiap hari dan kepatuhan regulasi menjadi keharusan dengan stabilitas sistem teknologi sebagai penentu utama kualitas layanan. Gangguan sekecil apapun dapat berdampak langsung pada pengalaman pelanggan dan operasional bisnis.
Sebagai anak perusahaan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT BNI Multifinance (BNI finance) beroperasi sejak 1983, terus mengukuhkan posisinya sebagai mitra keuangan terpercaya dengan visi menjadi perusahaan pembiayaan yang sehat serta unggul dalam layanan dan kinerja. BNI finance berfokus menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif, terutama untuk menyediakan layanan pembiayaan multiguna, investasi, dan modal kerja.
BNI finance terus melakukan ekspansi bisnis hingga kini menjangkau masyarakat melalui 52 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Komitmen kuat untuk menyediakan jasa pembiayaan bernilai tambah yang dapat memenuhi kebutuhan konsumer individu maupun perusahaan inilah yang menjadi pendorong utama di balik akselerasi transformasi arsitektur digital perusahaan. BNI finance menyadari kebutuhan akan fondasi teknologi yang tangguh menjadi semakin krusial. Bukan hanya untuk menjaga kelancaran operasional, tetapi juga untuk memastikan keamanan data, kepatuhan regulasi, dan kesiapan menghadapi pertumbuhan bisnis serta inovasi berbasis data.
Ketika Core System Menjadi Tulang Punggung Bisnis
Bagi BNI finance, core system merupakan fondasi utama dalam menopang seluruh proses bisnis hingga pengelolaan dan pelindungan data pelanggan. Operasional harian perusahaan didukung oleh core system multifinance yang dikembangkan oleh PT Adicipta Inovasi Teknologi (AdIns), mitra penyedia perangkat lunak dimana platformnya menjadi salah satu yang paling banyak digunakan di sektor multifinance Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas bisnis, BNI finance melihat perlunya dukungan infrastruktur digital yang lebih modern, terintegrasi, dan siap mendukung inovasi berbasis data. Keputusan besar pun diambil, yakni memigrasikan core system perusahaan ke layanan Microsoft Azure. Keputusan ini tidak hanya mempertimbangkan performa teknologi, tetapi juga faktor krusial seperti keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi sektor keuangan nasional, serta ketersediaan layanan dengan standar tinggi.
Fitur keamanan Azure, mulai dari enkripsi tingkat lanjut dan manajemen identitas melalui Microsoft Entra dan Microsoft Defender for Cloud memberikan keyakinan bagi BNI finance untuk menjalankan core system di atas platform cloud Azure. Terlebih, kehadiran Indonesia Central cloud region yang berlokasi di dalam negeri juga menjadi faktor penting karena membantu memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sekaligus meminimalkan latensi layanan.
“Migrasi ini bukan sekadar pindah ‘rumah’ infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap menyambut inovasi berbasis data dan AI demi kemajuan bisnis jangka panjang. Kehadiran cloud region yang beroperasi di Indonesia juga krusial bagi kami untuk meminimalisir latensi dan memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sesuai amanat regulasi nasional,” tegas Yudi Satriadi Thamrin – Kepala Divisi IT BNI finance.
Migrasi Data Kompleks Dalam Waktu Singkat
Pemindahan data dalam jumlah besar bukanlah pekerjaan sederhana. Tim Teknologi Informasi (TI) BNI finance harus memindahkan lebih dari 200 terabyte data, lebih dari 100 layanan aplikasi, serta berbagai microservices yang saling terhubung secara kompleks, semuanya harus selesai dalam waktu kurang dari dua bulan, tanpa mengganggu operasional bisnis yang melayani rata-rata lebih dari 1.000 transaksi per bulan di 52 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Guna mewujudkan migrasi dalam waktu singkat, tim menerapkan pendekatan migrasi yang terstruktur. Mereka berhasil memetakan seluruh microservices beserta dependensinya, menentukan target Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO) untuk setiap layanan, serta memilih metode migrasi yang paling tepat. Proses ini mencakup redeployment aplikasi, migrasi database secara daring menggunakan Database Migration Service (DMS), serta pemanfaatan Azure Migrate untuk memastikan perpindahan seluruh data aplikasi dan program inti berjalan efisien.
Proses migrasi ini juga melibatkan pemindahan berbagai sistem dan data penting perusahaan ke Indonesia Central cloud region. Berkat kolaborasi dan dukungan dari PT Intikom Berlian Mustika (INTIKOM) sebagai mitra teknologi, seluruh proses dilakukan dengan pengamanan berlapis untuk memastikan kelangsungan layanan bagi pelanggan.
Alhasil, seluruh proses migrasi rampung hanya dalam waktu dua bulan, tanpa adanya data hilang (zero data loss) dan tanpa mengganggu layanan operasional bisnis yang sedang berjalan. Artinya, lebih dari 99,5% Service Level Agreement (SLA) layanan dapat terus terjaga selama masa migrasi.
Transformasi yang Mengubah Wajah Bisnis Multifinance
Setelah core system berhasil berjalan (Go-Live) sejak 1 Januari 2026 di Microsoft Azure, BNI finance langsung merasakan berbagai dampak bisnis yang nyata dan terukur.
Stabilitas sistem meningkat signifikan, terutama saat menghadapi lonjakan transaksi pada jam operasional tinggi, sementara pengelolaan infrastruktur menjadi lebih efisien berkat dashboard pemantauan terpusat dan kebijakan keamanan yang terotomatisasi. Dilengkapi teknologi canggih dari Azure Kubernetes Service (AKS), modernisasi beberapa aplikasi kritikal menjadi nyata demi mendorong skalabilitas yang maksimum.
Platform Azure pun memperkuat postur keamanan perusahaan. Integrasi dengan layanan seperti Microsoft Entra dan Microsoft Purview memberikan visibilitas penuh terhadap tata kelola data finansial, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan global. Tim TI BNI finance kini dapat merespons potensi ancaman lebih cepat melalui deteksi otomatis dan kebijakan keamanan berbasis Azure Policy serta mampu mendeteksi 20% lebih cepat potensi ancaman yang timbul pasca migrasi.
Dalam jangka menengah, migrasi ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk modernisasi data analytics, perluasan adopsi AI ke dalam operasional bisnis, serta peningkatan machine learning untuk penilaian kredit, evaluasi risiko, dan analisis prediktif.
Lebih dari sekadar pencapaian biasa, keberhasilan migrasi ini juga menjadikan BNI finance sebagai menjadi salah satu institusi jasa keuanganyang menjalankan aktivitas operasional yang bersifat kritikal atau workload mission-critical dengan residensi data lokal di Indonesia Central cloud region.
“Keberhasilan BNI finance menjalankan aplikasi inti krusial di Azure menunjukkan bagaimana Microsoft menghadirkan solusi cloud dan AI dengan skalabilitas dan keamanan yang mendukung transformasi bisnis sekaligus membuka peluang inovasi ke depannya. Tidak hanya itu, kolaborasi dengan pelanggan dan mitra kami juga menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital bagi sektor jasa keuangan di Indonesia,” kata Fiki Setiyono, Azure Go to Market Lead, Microsoft ASEAN.
Layanan Microsoft Azure membantu memastikan institusi keuangan dapat menjalankan operasional penting dengan standar keamanan, manajemen risiko, dan tata kelola data yang sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Komitmen ini juga diwujudkan melalui panduan komprehensif dari Microsoft yang membantu institusi jasa keuangan memahami bagaimana pemanfaatan cloud dapat tetap selaras dengan kerangka regulasi nasional.
Dukungan Microsoft terhadap transformasi digital BNI finance menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat mendorong inovasi tanpa mengesampingkan kepatuhan. Dengan fondasi teknologi yang aman, patuh akan regulasi, dan siap mendorong inovasi, kemajuan sektor multifinance di era digital pun semakin nyata terwujud.
###